Inilah 7 Hal yang Membuat Hidup Anda Bahagia Selamanya. Poin ke-5 Bikin Nangis Haru…

Bismillah…

Mungkin ada yang berpendapat seperti ini:

“Kekayaan tanpa kebahagiaan seperti sayur tanpa garam.”

Kurang sedap.

Karena seseorang tak dapat menikmati kekayaannya tanpa kebahagiaan.

Kekayaan tak selalu berwujud materi. Boleh jadi kekayaan berbentuk teman yang banyak dan berkualitas baik. Bukan sembarang teman yang hanya menghabiskan waktu hidupnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Ah, sudahlah, pendahuluannya cukup sekian.

Sebenarnya saya ingin menanyakan hal ini kepada Anda:

Pernahkah Anda membaca judul artikel seperti di atas? Apakah Anda melahap informasi yang ada di dalamnya hingga tuntas?

Pertanyaan berikutnya, mengapa Anda mau membuka artikel dengan judul seperti itu?

  1. Apakah Anda sedang mengalami ketidakbahagiaan?
  2. Apakah Anda sedang membutuhkan informasi apapun asal dianggap bermanfaat?
  3. Apakah Anda sedang punya waktu luang sehingga “okelah, aku baca artikel ini, pas lagi santai gini…” ?
  4. Atau Anda penasaran mengenai isi artikel yang saya posting ini? Bahkan mencari-cari poin ke-5 yang katanya bikin nangis haru.

Judul yang menarik seringkali membuat orang bergerak mengklik judul dan menyantap isi artikelnya.

Asumsi saya, orang cenderung berpikir bahwa:

  • Informasi dalam artikel tersebut penting untuknya.
  • Saya butuh hiburan, dan saya akan menemukan hiburan menarik dalam artikel tersebut.
  • Saya punya banyak waktu untuk membaca informasi apapun di internet.

Apakah alasan Anda mengklik artikel berjudul sensasional seperti di atas masuk dalam 3 asumsi yang saya paparkan? Jika belum, silakan tambahkan versi Anda sendiri.

Ini bukan artikel jebakan. Saya sedang mengingatkan diri saya sendiri bahwa artikel dengan judul seperti di atas, tidak dapat dikonsumsi secara sembarangan.

Faktanya, Anda membaca artikel ini sampai pada kalimat ini. Itu artinya, Anda beranggapan seperti saya, bahwa judul artikel seperti “Inilah 7 Hal yang Membuat Hidup Anda Bahagia Selamanya, Poin ke-5 Bikin Nangis Haru” begitu menarik untuk dibaca.

Ketika menjumpai judul artikel seperti di atas ternyata butuh pemikiran kritis. Sahabat saya, Mas Fahmy Arafat Daulay berpendapat seperti ini:

“Tanyakan kepada diri Anda, apakah aktifitas membaca artikel ini termasuk hal prioritas untuk saya?”

Pertanyaan dari Mas Fahmy tersebut tidak berlaku bagi orang tanpa perencanaan, karena boleh jadi ia (maaf) menganggap bahwa ia memiliki banyak waktu luang sehingga beropini “bukan masalah jika saya baca ini-itu dulu”.

Berbeda dengan orang yang sudah memiliki perencanaan, tentu ia memiliki agenda prioritas untuk dikerjakannya. Menanyakan prioritas ke dalam diri sendiri dapat menghindari waktu, energi dan pikiran kita terbuang begitu saja.

Misal seseorang memiliki prioritas mempelajari bidang marketing, apakah membaca artikel berjudul semacam “Perhatikan 5 Gadis Cantik Ini. Mereka Cantik Bak Bidadari serta Berhati Mulia” termasuk bagian dari prioritasnya?

Saya sedang memprioritaskan diri untuk fokus pada bidang pengembangan diri dan dunia bisnis terutama marketing. Jadi, hal-hal yang tidak berkaitan dengan ke-2 hal tersebut, tidak saya prioritaskan.

Bagaimana dengan Anda? 🙂

Terimakasih atas insight sederhana nan powerfull, Mas Fahmy. Semoga Mas Fahmy sehat selalu, makin bahagia bersama keluarga tercinta dan orang-orang di sekitar Mas Fahmy.

Pekalongan, 6 November 2017
Pukul 12:03 WIB

Salam hangat,

Muhammad Nurul Hakim
www.HakimJASA.net

* * *

Langganan Artikel

Selain artikel, saya juga membagikan info mengenai edukasi bisnis, pengembangan diri dan penawaran menarik. Masukkan nama dan email Anda di sini.

Powered by Kirim.Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *