Inner Motivation Begitu Powerfull Untuk Mengembangkan Bisnismu!

Seorang muslim perlu menyadari betapa pentingnya memaknai bisnis yang ia jalankan.

Motivasi dari dalam diri begitu dahsyat untuk menjalankan bisnis. Daripada motivasi eksternal seperti ketakutan tergerus oleh kompetitor yang semakin lihai menguasai market.

Seperti contoh Telkomsel. Salah satu perusahaan besar ini memaknai bisnisnya sebagai bisnis yang membantu silaturahim (komunikasi) antara seseorang dengan orang lain, antara suami dengan istrinya, antara ayah dengan anaknya, dan hubungan yang baik serupanya.

Dengan pemaknaan hubungan silaturahim tersebut, jika terjadi gangguan sinyal maka karyawan Telkomsel telah merusak silaturahim ayah dan anaknya, suami dan istrinya dan antar pengguna nomor Telkomsel.

Begitu pesan Kang Rendy Saputra, sang Profesor Xavier yang mengumpulkan mutant-mutant berwujud pelaku UKM potensial Indonesia. Materi pemaknaan tersebut saya dapat dari potongan video di Youtube.

Pemaknaan bisnis seperti itu juga perlu kita terapkan dalam bisnis kita. Misal bisnis hijab, maka dapat dimaknai begini:

Ini eranya muslimah berhijab. Mungkin yang tadinya belum berhijab lalu terketuk hatinya untuk berhijab karena melihat tutorial berhijab trendi. Khas anak muda biasanya merasa “gue banget” ketika melahap edukasi yang gaya bahasa dan kontennya sesuai dengan gaya anak muda.

Dari yang tadinya muslimah berhijab karena melihat ketrendian sebuah gaya hijab, mulailah bagikan edukasi berhijab yang lebih panjang agar gaya anak mudanya mulai dihijrahkan ke produk khimar misalnya, dan seterusnya.

Jika ada muslimah yang belum mengetahui kewajiban berhijab maka itu salah satu tanggung jawabnya karena edukasi berhijab darinya belum sampai ke muslimah tersebut. Semangat untuk menghijabkan banyak muslimah menjadi wujud keshalehan pebisnis.

Contoh lain begini.

Masjid atau mushola biasanya menyediakan mukena yang boleh dipakai muslimah yang mendirikan sholat di sana. Namun, di beberapa lokasi ada mukena-mukena yang mungkin sudah kurang layak untuk digunakan, atau jumlah mukena yang terlampau sedikit padahal muslimah pendatang yang sholat di masjid atau musholla tersebut banyak. Itu masalah, karena muslimah jadi antri sholat. Padahal waktu sholat terbatas.

Masalah kekurangan jumlah mukena atau kekuranglayakan mukena dapat menjadi dasar bisnis mukena. Sebutlah Mukena Lukis Larizka dengan Program Mukena Wakaf yang baru saja berjalan mulai Bulan Dzulhijjah tahun ini.

Boleh cek sumber informasi mengenai program Mukena Wakaf di website resmi: www.LARIZKA.com

Berbekal survei di lima musholla di Pekalongan, Mukena Larizka melaunching program Mukena Wakaf yang bertujuan memberikan edukasi bahwa seperti ini kondisi mukena di musholla yang disurvei.

Yang ingin disampaikan Mukena Larizka ke para muslimah adalah cobalah menengok musholla, masjid, panti asuhan atau tempat publik lain, bagaimana kondisi mukena di sana? Apakah muslimah perlu turun tangan untuk bantu mewakafkan mukena untuk tempat tersebut?

Ternyata Mukena Larizka dalam program Mukena Wakaf memotong harga normal mukena yang dijualnya dengan harga flat 100 ribu saja. Sesekali cari informasi di Instagram.com/MukenaLarizka.

Semangat mengedukasi muslimah mengenai keutamaan berwakaf dengan produk mukena begitu besar. Dengan mengajak muslimah untuk mempersiapkan diri berwakaf mukena ke orang lain, semoga dapat menjadi jalan pahala mengalir terus kepadanya selama mukena tersebut dipakai ibadah oleh orang lain.

Jangan biarkan bisnis kita mengalir begitu saja, atau bisnis kita bertumbuh karena motivasi duniawi semata, atau bahkan bisnis kita berjalan dengan tanpa strategi kebaikan apapun. Jangan biarkan bisnis kita seperti buku kosong.

Bayangkan MANFAAT apa yang akan orang lain dapat dari produk bisnis kamu. Rasakan peluang pahala yang didapatkan. Masalah muslimah dapat kamu bantu dengan solusi di produkmu, InSyaa Allah malaikat tak akan lewat mencatat amal kebaikanmu. Wallahu a’lam.

Secara garis besar, motivasi bisnis dari sisi internal jauh lebih powerfull daripada motivasi bisnis eksternal, apalagi motivasi internal berdasarkan pemahaman agama.

Yuk kita terus berdoa kepada Allah agar niat baik bisnis kita dijaga oleh Allah. Semoga kita istiqomah dalam menebar manfaat. Aamiin..

Silakan share jika tulisan ini bermanfaat.

Terima kasih banyak.

 

Salam hangat,

Muhammad Nurul Hakim
www.HakimJASA.net

* * *

Langganan Artikel

Selain artikel, saya juga membagikan info mengenai edukasi bisnis, pengembangan diri dan penawaran menarik. Masukkan nama dan email Anda di sini.

Powered by Kirim.Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *