Love The Process Not The Money

Halo Sahabat..

Saya sampaikan sebuah pertanyaan sederhana untuk Kamu.

“Apa yang membuatmu tertarik dengan dunia internet marketing?”

Apakah profesinya, penghasilannya, pekerjaannya, atau apa?

Saya berjumpa banyak sahabat sejak awal bermain internet marketing. Beragam latar belakang, usia, pekerjaan atau pendidikannya.

Saya sering berjumpa sahabat baru dari forum, kopdar atau workshop.

Saya perhatikan, selalu ada pemain pemain baru yang penuh semangat, namun juga ada sahabat yang mundur teratur kembali ke habitatnya.

Kata orang, ini seleksi alam.

Ya, wajar saja. Namun, saya perhatikan ada beberapa kesamaan di sahabat yang tetap survive di bisnis ini.

its not about the money-tumblr

Maaf, tidak hanya survive maksud saya, tapi berkembang dengan sangat pesat malah.

Apa persamaannya?

1. Big Why???

Sebelum saya memulai “karir” saya di internet. Saya bekerja di salah satu Instansi pemerintah. Saya kost di daerah Pondok Aren Tangerang, sedangkan kantor di Jalan Gatot Subroto.

Saya berangkat sebelum matahari terbit, dan kembali lagi ke kamar saya ketika acara Empat Mata masih tayang di salah satu televisi swasta. Naik turun bis kota, kadang-kadang ikutan mengejar kereta. Saya lakukan ini selama 2 tahun lamanya.

Jujur saja, saya sangat benci menghabiskan waktu di jalanan. Dalam satu hari, saya menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk pergi ke kantor dan 2 jam untuk perjalanan pulang.

Pada saat itu, saya sering berpikir apakah hidup saya berjalan di arah yang tepat? Bagaimana dengan Kamu? Pernahkah terlintas pertanyaan ini

Sesungguhnya, uang bukan motivasi saya terjun di dunia internet.

Setelah saya renungkan, WAKTU adalah motivasi terbesar saya.

Saya tidak ingin menghabiskan waktu saya untuk mendapatkan uang. Saya tidak mau menukar waktu saya dengan imbalan mendapatkan biaya untuk hidup.

Saya ingin lebih bebas menikmati waktu saya. Saya ingin hadir dalam setiap moment penting kehidupan anak saya, istri saya dan keluarga saya.

Ya, uang yang hilang bisa dicari, tapi WAKTU yang TERLEWATKAN tidak bisa diputar kembali.

Setiap orang punya waktu 24 jam sehari, tapi bagaimana menggunakan waktu 24 jam tersebut bisa berbeda-beda.

Contohnya:

  • Saya bisa mengantar dan menjemput anak saya sekolah setiap hari. Thats why ketika Pak Menteri Pendidikan mewajibkan mengantar anak sekolah di hari pertama, bagi saya biasa saja. Lah, saya sudah melakukannya setiap hari dari anak saya TK A.
  • Tidak ada kemacetan, dari rumah ke basecamp saya, cuma berjarak 500 meter. Tak sampe lima menit naik sepeda motor.
  • Saya biasa berbelanja kebutuhan keluarga di pagi hari. Jam 10 tepat ketika salah satu retail market dibuka. Tak sampai satu jam, aktifitas belanja semua kebutuhan sudah terpenuhi, dan tak perlu mengantri ketika bayar di kasir.

24 Jam yang sama. Ini motivasi saya.

Saya melihat banyak sahabat yang sukses di dunia IMers, motivasi terbesarnya bukan semata mata soal uang, tapi ada sesuatu yang lebih besar dibalik itu.

Sesuatu yang membuat mereka tetap bertahan, penuh semangat, pantang menyerah, untuk bermain di dunia ini.

Nah, Apa yang menjadi Motivasi  Kamu?

2. Love The Process not the Money

Saya pernah mengikuti sebuah workshop tentang cara mencari uang dari Internet karena sales letter yang sangat menggoda, penuh bukti-bukti screenshot, dan potensi penghasilan yang katanya jutaan rupiah dapat diraih dalam waktu singkat.

Ya, saya tergoda sales letter-nya, dan banyak juga peserta yang tergoda sehingga bersama saya mengikuti workshop tersebut.

Pada saat workshop, kami diajarkan teknisnya. Setup ini dan itu. Klik sana dan klik sini. Semua peserta pun antusias mengikuti dan menghafalkan cara-caranya.

Pada saat workshop tersebut, teknisnya works, dan masih bisa menghasilkan uang. “Bagus nih workshop”, begitu kata peserta.

Selang beberapa minggu, terjadi update. Teknis yang diajarkan di workshop tersebut sudah tidak bisa dijalankan lagi, dan ceritanya pun mulai berubah.

Para peserta menanyakan teknis yang works lagi ke pembicara. Ada peserta yang sudah dapat hasil banyak, ada yang belum. Yang belum, tentu menuntut agar setidaknya uang workshopnya kembali.

Begitulah cerita yang sering saya dengar. Terjadi berulang dan berulang.

Menurut saya, ini semua berawal dari ekspektasi tentang hasil “uang” yang didapat dalam waktu singkat. Ketika ikut workshop, mindset peserta adalah uang cepat, bukan mendapatkan ilmu atau memahami proses bisnisnya.

Ketika tekniknya mentok, peserta tidak punya pemahaman alur bisnis, atau tidak memiliki kemampuan memodifikasi teknis, sehingga ia mentok juga. Boleh jadi ketika teknik yang diajarkan hasilnya tidak sesuai, maka ia pun berhenti melanjutkan, sehingga hasilnya juga ZONK!

Industri Digital adalah industri yang dinamis, kawan.

Tidak ada teknik cari uang online yang abadi. Yang abadi adalah justru kedinamisannya tersebut.

Saya memperhatikan sahabat-sahabat yang sukses, memiliki kesamaan akan hal ini. Mereka tidak hanya mencintai uangnya, tapi mencintai dan sangat menggemari proses pekerjaan di dunia internet.

Jadi kalau satu teknik tidak works. Ya mereka modifikasi, mengulik, melakukan uji coba, test, ukur sampai bisa works lagi.

Kalau kamu tidak punya mental ini, sebaiknya pikir ulang untuk terjun di sini.

3. Jadi Yang Pertama atau Yang Paling Konsisten

Persamaan ketiga adalah soal pilihan. Jadi yang Pertama menemukan sebuah lahan mencari uang online, atau Jadi yang Paling Konsisten di sebuah lahan.

Banyak internet marketer top sukses karena mereka jadi yang Pertama.

Jadi yang pertama memilih produk yang dijual dan kemudian boom laris manis. Ketika pemain lain mulai mengikutinya, ia meninggalkan produk itu dan mencari produk lain lagi.

Jadi yang pertama yang meluncurkan tools spektakuler, boom laris manis salesnya. Jadi yang pertama menemukan teknik mendatangkan traffic organic. Boom trafiknya melejit jutaan.

Nah, jika kamu tidak bisa jadi yang pertama, kamu juga bisa memilih jadi yang paling konsisten.

Membuat website tentang satu topik, konsisten dan terus-menerus di area itu. Mempelajari FB Ads, konsisten dan terus-menerus di area itu hingga menjadi expert. Mempelajari Youtube marketing, konsisten dan terus-menerus di situ.

Banyak sahabat yang mundur teratur dari dunia IMers karena memiliki sikap terbalik dari dua hal tadi. Hanya jadi pengikut, dan Tidak Konsisten.

Semoga bermanfaat.

Jumpa lagi nanti,

Fico Maulana
TombolF5.com

Email ini dikirim menggunakan Kirim.Email


Artikel ini saya dapatkan melalui email karena saya berlangganan di website TombolF5.com.

Beberapa hal dalam artikel karya Mas Fico Maulana ini, saya edit. Hal tersebut saya lakukan karena menyesuaikan dengan tujuan saya menulis di blog www.HakimJASA.net.

Saya rekomendasikan website TombolF5.com kepada sahabat yang ingin belajar tentang dunia Internet Marketing secara lebih mendalam.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Jangan share tulisan ini kecuali benar-benar kamu rasakan manfaatnya. 🙂

Oh ya, saya hampir lupa.

Kamu yang sedang mencari tools keren untuk manajemen email, mungkin bisa menggunakan fitur dari Kirim.Email.

Simak video menarik tentang Kirim.Email, silakan akses di laman ini, klik:

Fitur form untuk mengumpulkan database email saya terapkan pada blog ini. Form yang saya maksud bisa dilihat di bawah artikel ini, dan di menu EBOOK GRATIS. Silakan klik menu EBOOK GRATIS.

Mohon pertimbangkan sebaik mungkin, setenang mungkin. Jangan gegabah memutuskan sesuatu, termasuk untuk berlangganan layanan Kirim.Email milik Mas Fikry Fatullah ini.

Jika kamu sudah memutuskan untuk berlangganan layanan Kirim.Email, silakan KLIK DAFTAR.

Apabila kamu butuh bantuan, silakan kirim personal chat di akun Facebook saya: Facebook.com/Kimsanada

Saya senang bisa membantu kamu. 🙂

Salam,

Muhammad Nurul Hakim
Penulis www.HakimJASA.net

Sumber gambar: betype.co

* * *

Langganan Artikel

Selain artikel, saya juga membagikan info mengenai edukasi bisnis, pengembangan diri dan penawaran menarik. Masukkan nama dan email Anda di sini.

Powered by Kirim.Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *