Mudahnya Menemukan Para Pembelajar

Sepakatkah jika ada kalimat begini?
“Untuk bertahan hidup dan bahagia di dunia butuh ilmu, untuk hidup berbahagia di akhirat pun butuh ilmu.”
 
Melewati fase kehidupan saat ini butuh ilmu, kan? Kalau tidak butuh, bagaimana orang tahu caranya mengaji, bagaimana orang tahu caranya berdagang, bagaimana orang tahu caranya mengclosingkan klien? Dan beragam ilmu bagaimana lainnya..

 
Ilmu bersifat netral, ibarat pisau. Tergantung sang pengguna ilmu, mau dipakai untuk kebaikan atau keburukan.
 
Kabarnya, banyak orang membutuhkan ilmu. Ya wajar, karena setiap orang memiliki kepentingan masing-masing. Kepentingannya bisa diperjuangkan setelah tahu ilmunya. Iya, tho?
 
Coba mana suaranya kawan-kawan yang menjemput ilmu? Mana suara orang-orang yang suka belajar? Mereka mudah ditemukan di majelis-majelis ilmu seperti pengajian, seminar, workshop, juga bisa dengan mudahnya ditemukan di perpustakaan. Namun ada kalanya para penjemput ilmu tidak mudah ditemukan, karena mereka lebih nyaman belajar sendiri di rumah. Belajar secara otodidak.
 
Sebagian orang rela menghabiskan waktunya untuk belajar banyak hal, belajar berbeda bidang. Ada juga yang hanya belajar satu bidang yang sama dan melatihnya ratusan hingga ribuan kali hingga ahli.
 
Pilihan ada di tangan kita. Mau belajar banyak bidang sepanjang hayat, atau belajar 1 bidang yang sama selama hidup.
 
Tak perlu dipaksakan mempelajari sesuatu jika ternyata belum membutuhkannya. Tak perlu pula menyesali waktu yang terbuang karena kita melewatkan majelis ilmu tertentu, seperti misalnya majelis ilmu tentang pengembangan diri di bit.ly/yubiNLP.
 
Boleh jadi banyak orang yang mengaku membutuhkan ilmu pengembangan diri, namun baru sedikit yang mau bergerak memperjuangkan diri mendekat ke ilmu tersebut.
 
Coba tutup mata sejenak. Ambil nafas melalui hidung dan keluarkan lewat mulut. Berdoalah kepadaNYA memohon ampun, boleh jadi dosa kita selama ini yang menghalangi masuknya ilmu yang kita pelajari.
 
Tenangkan diri. Berdoalah kepadaNYA memohon ketenangan batin, kedamaian hati, keikhlasan diri atas apa yang terjadi selama ini. Berdamailah dengan masa lalu. Berdamailah dengan diri sendiri.
 
Setelah itu, memohonlah kepadaNYA agar kita dipertemukan dengan majelis ilmu yang bermanfaat, juga agar diterangkan pikiran kita ketika belajar. Tak ada ilmu yang bisa kita pahami kecuali atas izinNYA. Jadi, cara terbaik adalah dengan meminta izin Allah Yang Maha Kuasa.
 
Allah tahu mana yang terbaik untuk kita dan mana yang tidak, karena DIA-lah yang menciptakan kita. DIA tahu segala hal tentang diri kita, sejak sebelum kita ada hingga nanti kita tiada.
 
Jika telah siap belajar tentang pengembangan diri, silakan bergabung dengan kawan-kawan yang juga sudah siap belajar bareng hari Senin ini di Pekalongan. Iya, Senin, 30 Januari ini.
 
Alhamdulillah kawan-kawanku yang suka belajar telah menyempatkan diri hadir di majelis ilmu ini. Iya, majelis ilmu mengenai pengembangan diri: “Rahasia Kata-kata yang Mengubah Nasib” bersama Pak Guru Putu Darma Putra.
 
Jika berkenan, ada Mbak Nuky di nomor 0857-4285-8068 yang siap membantu menjelaskan seputar majelis ilmu tersebut.
 
Atau bisa juga dengan berkunjung ke laman ini dulu: bit.ly/yubiNLP, siapa tahu memang cocok dan menjadi rezeki ilmu yang berkah untuk kita.
 
Wallahu a’lam bisshawab..
 
Semoga kita terhindar dari aktifitas yang mubadzir, termasuk memubadzirkan waktu. Aaaamiiin..
 
Siap belajar dan siap dibantu? 
===
*Update: workshop ini telah selesai diselenggarakan. Terima kasih.

* * *

Langganan Artikel

Selain artikel, saya juga membagikan info mengenai edukasi bisnis, pengembangan diri dan penawaran menarik. Masukkan nama dan email Anda di sini.

Powered by Kirim.Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *