Pengalaman Pahit Pemuda Ini, Jangan Ditiru!

Bismillah…

Semoga Anda dalam keadaan sehat, tenang dan semakin berbahagia. Aamiin.

Bertemu lagi dengan tulisan di blog HakimJASA.net, semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda. šŸ™‚

PENGALAMAN PAHIT PEMUDA INI, JANGAN DITIRU!

Ketika McDanny selaku MC pendamping Merry Riana di acara I’m_Possible menyodorkan opini tentang orang-orang yang kepepet karena hutang akan semakin semangat berjuang untuk melunasi hutang, justru begini respon dari Kek Jamil Azzaini:

Kepepet yang diusahakan ialah terkait tantangan pekerjaan, bukan kepepet karena hutang. Jadi, hidup tidak tertawan hutang. Kreatifitas mengalir lancar dan kepercayaan diri tetap terjaga.

Kurang lebih seperti itu inti saran Kek Jamil Azzaini di acara I’m_Possible edisi Ahad, 9 Juli 2017 pukul 20.30 WIB.

Walau tidak menonton edisi keren ini tepat di jam tayangnya, saya amati yang menonton acara tersebut ternyata banyak. Dari mana indikator banyaknya penonton yang saya amati? Coba cek Facebook sang bintang tamu yang saat ini sedang naik daun. Adalah Kang Dewa Eka Prayoga yang berbagi kisah tentang pengalaman terkait hutang 7,7 Milyar dan bagaimana proses menghadapi dan melunasinya.

Kek Jamil Azzaini dan Kang Dewa sepakat bahwa orang yang sedang berhutang sebaiknya tetap bergerak, tetap rajin bersilaturahim. Bahkan menurut Kek Jamil, orang tersebut perlu berani mendatangi orang yang memberi hutang untuk menyampaikan pesan yang kurang lebih seperti ini:

“Tolong beri saya waktu untuk melunasi hutang. Saya tidak akan lari. Saya butuh ketenangan dalam berikhtiar.”

Kek Jamil Azzaini memberikan contoh tersebut berdasarkan pengalaman beliau. Mengapa perlu menyampaikan hal tersebut ke pemberi hutang? Karena seorang yang berkewajiban membayar hutang tentu butuh ketenangan dalam berikhtiar. Ketika orang tersebut sering ditagih maka ketenangan berpikir, berkreasi dan ikhtiarnya akan terganggu.

Sejalan dengan apa yang disampaikan Kek Jamil, Kang Dewa menceritakan bagaimana proses yang ia jalani ketika berupaya menyelesaikan hutang investasi bodong.

Kisah bermula ketika seorang kawan memberikan peluang bisnis investasi kepada Kang Dewa. Ia termasuk orang yang dipercaya Kang Dewa. Lalu sekitar 675 orang dihubungi Kang Dewa untuk diajak berinvestasi bisnis sebagaimana penawaran sang kawan tadi. Singkat cerita, dana sebanyak 7,7 Milyar Rupiah berhasil dikumpulkan Kang Dewa dari ke-600an orang tadi. Setelah itu, eh, si kawan menghilang begitu saja.

Kang Dewa Tertipu!

Pemuda yang saat itu berusia 21 tahun dan baru menjalani 18 hari setelah akad nikahnya harus menanggung hutang 7,7 Milyar Rupiah yang berasal dari 675 orang. Tiga bulan pertama pasca terbongkarnya penipuan bisnis tadi, ponsel Kang Dewa mendapat serbuan tagihan dari ratusan orang tadi. Mau tak mau, Kang Dewa harus mencari cara untuk mengembalikan dana pada investasi bisnis yang bukan kesalahannya.

Waktu terus berlalu. Kang Dewa terus bergerak meski melalui jalan berjualan produk-produk kecil, seperti ceker ayam dan kerupuk.

Mungkin ada komentar yang muncul, “kalau jualan seperti itu terus, kapan lunasnya?”

Secara logika, upaya sederhana yang dilakukan Kang Dewa sangat diragukan. Sampai kapan hutang 7,7 Milyar dari investasi bodong dapat dilunasi jika produk yang dijual di angka 10 ribuan terus?

Namun itulah uniknya. Kang Dewa meyakini bahwa ketika seseorang sedang terjatuh, justru di situlah ia harus banyak membantu orang lain. Jika ingin dibantu Allah, maka bantulah orang lain.

Dari keyakinan itulah, Kang Dewa yang notabene waktu itu telah menjadi trainer, maka Kang Dewa sering memberikan seminar dan konsultasi gratis. Kang Dewa fokus untuk membagikan manfaat berupa edukasi bisnis.

Dari ikhtiar yang konsisten dilakukannya, Allah membukakan pintu-pintu solusi untuk Kang Dewa. Solusi berupa rezeki sahabat baik seperti Mas Mirza, yang kemudian memberikan ide kepada Kang Dewa agar berkenan menulis. Sang sahabat ternyata melihat potensi menulis yang luar biasa dari diri seorang Dewa Eka Prayoga.

Awalnya Kang Dewa ragu. Istilahnya begini, wong masih terlilit masalah hutang seperti itu, kok diminta menulis, apa iya bisa? Keraguan yang wajar menghinggapi setiap orang.

Namun kemudian Mas Mirza membimbing Kang Dewa setahap demi setahap untuk menyelesaikan karyanya. Jadilah sebuah buku dari hasil menulis selama 7 hari, berjudul 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula.

Melalui buku tersebut, Kang Dewa berharap dapat membantu mereka yang baru berbisnis. Jangan sampai pengalaman pahit berbisnis yang dialami Kang Dewa, dialami juga oleh para pengusaha pemula.

Berlanjut dari hasil menulis dan berjualan buku tersebut, Kang Dewa dapat menyicil hutangnya sedikit demi sedikit. Hobi sharing masih berlanjut hingga saat ini. Setelah buku 7 Kesalahan Fatal Pengusaha Pemula, Kang Dewa masih rutin menulis dan melahirkan buku-buku edukasi bisnis yang lain, hingga saat ini.

Kang Dewa bersyukur hutangnya hampir lunas. Kurang sedikit katanya.

Dalam melunasi hutang, Kang Dewa menggunakan standar prioritas. Mereka yang memberikan dukungan kepada Kang Dewa maka didahulukan, mereka yang diam namun baik menjadi prioritas kedua, dan mereka yang nagih secara brutal justru diakhirkan.

Lho? Mengapa diakhirkan?
Karena pada prinsipnya orang yang terus-menerus menagih, ketika dicicil misal 5 atau 10 juta, maka bulan depan ia akan menagih brutal lagi.

Di sini saya melihat Kang Dewa memberikan apresiasi yang baik dan tepat kepada kawan-kawan yang mendukung perjuangannya. Apreasiasi yang diberikan ialah mendahulukan pengembalian dana kepada mereka yang mendukung Kang Dewa.

Maju terus, Kang Dewa!
Semoga Allah senantiasa melindungi dan memberkahi setiap ikhtiar baik Kang Dewa. Aamiin…

Jika Anda ingin bertemu dengan Kang Dewa, saya punya rekomendasi event keren pada bulan Agustus 2017 ini. Silakan klik: http://bit.ly/KetemuKangDewa. InSyaa Allah Anda dapat berjumpa dengan Kang Dewa di sana. Apabila memungkinkan, Anda dapat berbincang mengenai bisnis dengan Kang Dewa dan banyak pengusaha hebat lain.

Baik, kembali ke topik utama.

Pesan yang menohok buat saya dari Kek Jamil Azzaini:
“Ketika berhutang, meminta maaflah kepada orangtua. Perlakukan orangtuamu seperti raja, maka rezeki datang seperti raja.”

Jika ingin menyaksikan program I’m_Possible tersebut, silakan dapat menonton cuplikannya di sini:

Semoga kita dapat bijak dalam menyikapi persoalan hutang.

Jika masih terlilir hutang, mari terus berdoa kepada Allah agar kita diberi kemampuan untuk melunasi hutang dan kita terhindar dari hutang berikutnya. Aamiin…

 

Salam hangat,

Muhammad Nurul Hakim
HakimJASA.net

* * *

Langganan Artikel

Selain artikel, saya juga membagikan info mengenai edukasi bisnis, pengembangan diri dan penawaran menarik. Masukkan nama dan email Anda di sini.

Powered by Kirim.Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *