Siapapun Boleh Membaca Artikel Ini, Asalkan Ada Ketenangan Di Hatinya

Kelima pertanyaan sederhana ini mungkin mudah dijawab siapapun secara cepat, bahkan tanpa perlu berpikir keras.

Boleh disimak:

  1. Suka kagum melihat prestasi orang lain?
  2. Suka terbawa perasaan ketika mendengar kisah masa lalu orang lain yang kini telah sukses?
  3. Suka terpesona dengan orang yang bijaksana?
  4. Suka berlama-lama dengan orang yang memiliki sopan santun?
  5. Suka gregetan ketika bertemu pemalas?

Coba sebentar kita renungkan.

Apakah FOKUS kita sudah tepat? Ataukah sebaliknya?

Lima pertanyaan tadi boleh dibaca ulang.

Jika sudah, apakah FOKUS kita sudah tepat? Iya, FOKUS dengan memposisikan diri kita sebagai pengamat orang lain lalu terjebak dalam persepsi kita sendiri, apakah aktifitas tersebut sudah tepat?

Seorang yang punya keinginan hidup di masa lalu, maka FOKUS yang seperti tadi mungkin sudah tepat ia lakukan. Energi yang dimiliki tak perlu ia gunakan untuk memikirkan masa depannya. Siapa tahu ia sudah puas hidup di masa saat ini, sehingga FOKUSnya justru menyesali masa lalunya yang kelam.

Seorang yang memiliki visi jauh ke depan, untuk membangun impiannya menjadi nyata di kehidupan mendatang, boleh jadi cocok ketika FOKUS dengan cara sebaliknya. Orang dengan tipe seperti ini membutuhkan energi ekstra untuk mempersiapkan hidup di masa depan.

Bahkan, jika diukur menurut takaran orang seperti ini, JARAK HIDUP saat ini dengan masa depan BEGITU DEKAT. Pemikirannya begitu jauh ke depan.

Tak heran, ide-ide kreatif orang visioner sering ditertawakan orang di masa sekarang. Ide kreatifnya bukan tidak layak untuk diwujudkan, namun idenya terlalu visioner untuk diterapkan di era ini. Mungkin bisa dibilang, orang-orang di zaman ini BELUM SIAP untuk MENERIMA PERUBAHAN yang DITAWARKAN ORANG VISIONER.

Salah satu tokoh visioner yang saya kenal adalah Mas Jaya Setiabudi. Beliau penggerak Komunitas Yukbisnis dengan visi menggerakkan generasi saat ini untuk berwirausaha dan mencetak generasi Khaira Ummah melalui kebiasaan berbagi pengalaman dan keilmuan.

5cogdotcom-fokus-pada-potensi-diri-sendiri

RENUNGAN FOKUS

Kembali ke tema utama, coba kita jawab satu demi satu dari lima pertanyaan tadi.

1. Suka kagum melihat prestasi orang lain?

Jawab:
Bagaimana dengan prestasi kita sendiri? Sudah sampai dimana prestasi kita?

2. Suka terbawa perasaan ketika mendengar kisah masa lalu orang lain yang kini telah sukses?

Jawab:
Bagaimana dengan kisah sukses kita? Sudah kita jalani sampai tahap mana?

3. Suka terpesona dengan orang yang bijaksana?

Jawab:
Bagaimana dengan diri kita? Apakah kita sudah bijak dalam memutuskan sesuatu atau masih kekanak-kanakan?

4. Suka berlama-lama dengan orang yang memiliki sopan santun?

Jawab:
Apakah orang lain pun merasa ingin berlama-lama dengan kita karena sopan santun yang kita miliki? Atau justru mereka tak betah dan ingin segera berpaling dari hadapan kita?

5. Suka gregetan ketika bertemu pemalas?

Jawab:
Bisa kita posisikan sebaliknya, bagaimana orang lain menyikapi perilaku kita, jika malas masih menjadi hobi keseharian kita?

Kita bercermin bersama, lalu lihatlah orang yang berlumur dosa di hadapan kita.

Kita bisa melihat secara jelas orang yang mudah SILAU dengan orang lain, kondisi orang lain, atau sesuatu yang dimiliki orang lain.

Orang di hadapan kita mudah terbakar hati ketika orang lain bahagia. Ia pun mudah tersulut amarah ketika orang lain mungkin tak sengaja menyinggung perasaannya.

Cermin di depan kita mengatakan hal yang jujur, bahwa orang di hadapan kita ialah orang yang lebih sering terFOKUS pada kelebihan orang lain daripada berFOKUS kepada perbaikan diri.

Mengucap kata FOKUS begitu mudah, perjuangan mewujudkan FOKUS yang butuh energi ekstra.

Pilihannya hanya dua, mau hidup terjebak dalam pikiran masa lalu yang kelam atau FOKUS berbenah diri untuk hidup di masa depan?

Untuk siapapun yang berkenan membaca artikel ini sampai selesai, semoga Allah SWT mempercayakan kesehatan, waktu luang dan rezeki halal berlimpah kepadanya.

Aaaamiin.

Saya mohon maaf jika penyampaian artikel ini menggurui.

Terima kasih atas segala ilmu yang sudah diajarkan para guru.

Terima kasih Mas Jaya Setiabudi, Mas Dewa Eka Prayoga, Mas Fikry Fatullah, Mbah Jamil Azzaini, Mas Saptuari Sugiharto, Pak Rully Kustandar, Subiakto Priosoedarsono dan para guru yang tak bisa saya sebut satu per satu.

Sekali lagi, terima kasih banyak. Maturnuwun sanget. 🙂

Salam hangat,

Muhammad Nurul Hakim

Sumber gambar: www.5cog.com

* * *

Langganan Artikel

Selain artikel, saya juga membagikan info mengenai edukasi bisnis, pengembangan diri dan penawaran menarik. Masukkan nama dan email Anda di sini.

Powered by Kirim.Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *