Suka Main Socmed? Perhatikan 4 Hal Ini…

Bismillah…

Pengguna social media dalam beberapa tahun ini berkembang sangat signifikan.

Simak kutipan berita berikut ini:

Country Director Facebook Indonesia Sri Widowati mengatakan saat ini ada dua miliar pengguna aktif. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang lebih dari 100 juta pengguna.

Facebook mencatat pengguna aktif di Tanah Air terus mengalami pertumbuhan. Dalam setahun terakhir peningkatannya mencapai 40%.

“Jumlah pengguna Facebook pada Maret 2016 hanya 82 juta pengguna per bulannya, sekarang 115 juta pengguna per bulannya,” ujar perempuan yang dipanggil Wido ini, Jakarta, Senin (14/8/2017).

Wido juga mengungkap tiap harinya rata-rata ada 65 juta pengguna di Indonesia. Sebanyak 97% pengguna mengakses media sosial terbesar di dunia ini lewat smartphone.

Pertumbuhan pengguna rupanya tidak hanya dirasakan oleh Facebook saja, Instagram juga mengalami hal yang sama. Bahkan pertumbuhan pengguna Instagram di Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Pasifik.

“Jumlah pemakai Instagram di Indonesia yang mencapai 45 juta per bulan. Ini terbesar di Asia Pasifik. Pertumbuhan jumlah pengguna Instagram di Indonesia juga sangat cepat. Sehingga tak hanya Facebook tetapi juga Instagram yang dipakai setiap harinya,” tuturnya.

Sumber:
https://inet.detik.com/cyberlife/d-3599839/ini-jumlah-pengguna-facebook-dan-instagram-di-indonesia

Faktanya, ketika memainkan social media, terkadang ada orang yang menerbitkan status-status buruk.

Kalau status yang jelas-jelas buruk, lebih mudah kita babat habis. Namun, yang saat ini sedang berkembang di internet adalah kabar hoax.

Sesuatu yang hal mungkin ada benarnya, lalu dibumbui hal baru yang tidak realistis. Boleh jadi memang kabar yang benar-benar tidak riil, lalu ditonjolkan di sisi emosional terkait SARA misalnya.

Pengguna social media yang terlalu cepat merespon, terkadang tak dapat membedakan mana kabar yang benar adanya dan mana kabar yang ternyata hoax (bohong).

Sebagai pengguna social media, kita tentu harus cerdas dalam memilah-milih informasi.

Hari kamis ini, 2 November 2017 / 13 Shafar 1439 Hijriyah, saya berkesempatan ngobrol ringan dengan Mas Fahmy Arafat Daulay mengenai dinamika main Facebook (social media).

Saya dibantu oleh Muhammad Nurul Hilal sebagai kameramen.

Pembahasan spesifik dalam Vlog ini mengenai etika bersocial media.

Yang belum mengenal siapa Mas Fahmy, mungkin dapat bersilaturahim ke akun Facebook: Fahmy Arafat Daulay.

Mas Fahmy juga mengelola website www.belajartelepati.com dan blog fahmydaulay.blogspot.co.id.

Yang telah mengenal Mas Fahmy, biasanya tahu bahwa Mas Fahmy suka sharing di Facebook. Istilahnya “berkantor” di akun Facebook.

Menurut Mas Fahmy, pengguna Facebook (socmed pada umumnya) perlu memperhatikan etika, karena ketika kurang beretika maka cenderung diblokir. Hal itu sangat tidak baik untuk bisnis, berdampak terhadap anjloknya nama baik orang tersebut.

Bahkan, masyarakat di social media pun akhirnya tahu bagaimana kualitas seseorang dari postingan yang dibuatnya. Orang dikenali dari postingan yang dibuat atau konten yang sering dibagikannya.

Terkait tema etika bersocial media, Mas Fahmy menyodorkan 4 hal yang perlu kita hindari dalam bersocial media, disingkat PUAS.

Yes, P-U-A-S.

Maksudnya begini:

1. Politik
Orang memiliki pandangan politik yang beragam, dengan sumber yang berbeda-beda. Orang-orang yang belum siap berbeda pendapat, cenderung mempermasalahkannya.

2. Uang
Pengguna socmed yang suka memposting hal-hal kemewahan, liburan, atau hal serupanya terkadang membuat iri pengguna socmed yang lain.

3. Agama
Informasi yang berkaitan dengan unsur agama dapat berpotensi menimbulkan masalah di kalangan pengguna socmed. Mereka memiliki agama yang berbeda-beda, kecuali dakwah yang bersifat umum. Toleransi antar umat beragama perlu diperhatikan lagi.

4. Seksualitas
Posting sesuatu hal yang vulgar ternyata berbahaya, apalagi sampai dianggap inspirator hal-hal yang vulgar. Hal tersebut berpotensi menjadi dosa jariyah. Na’udzubillah min dzalik.

Silakan simak VLog episode 2 ini selengkapnya di sini:

Sebagai pengguna socmed yang budiman, 4 hal yang disingkat PUAS tadi perlu kita sikapi dengan baik.

Nasehat untuk diri saya sendiri: sekuat mungkin hindari posting hal-hal yang membuat keributan.

Pesan sponsor:
Waktu hidup kita di dunia ini tak banyak.
Kita tak tahu kapan kita dipanggil “pulang” oleh Allah.
Jadi, mengapa kita tidak memperbanyak berbuat kebaikan?

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.”
(QS. Al-Isra’:7)

Pekalongan, 2 November 2017
Pukul 11:04 WIB

Salam hangat,

Muhammad Nurul Hakim
www.HakimJASA.net
___________________
Sumber gambar:
creative-commons-images-dot-com

* * *

Langganan Artikel

Selain artikel, saya juga membagikan info mengenai edukasi bisnis, pengembangan diri dan penawaran menarik. Masukkan nama dan email Anda di sini.

Powered by Kirim.Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *