Sulap Bukan, Sihir Bukan. Marketer Perlu Menyadari Rahasia Ini…

Orang jaman now terlalu mudah dialihkan. Terutama orang-orang yang aktif di internet, yaitu Netizen.

Perhatikan orang-orang di sekitar yang lekat dengan smartphone. Mata mereka cenderung tertuju pada layar kecil di hadapannya.

Rasakan situasi ketika berdekatan dengan para netizen, yang dekat jadi terasa jauh. Iya, kan?

Pernah dengar orang saling membully di media sosial? Yes, mereka terlalu aktif di dunia maya, terlalu emosional menanggapi informasi yang beredar, dan lupa bahwa berinternet pun perlu tata krama.

Kurang lebih seperti itulah situasi yang terjadi saat ini.

Akses internet semakin kencang dari 2G, 3G, 4G dan mau 5G, mungkin berdampak pada ketidaksabaran netizen.

Asumsi tersebut perlu dibuktikan secara ilmiah. Lakukan survei ringan. Ketika akses internet lemot, apakah sebagian netizen marah? Atau bahkan kita sendiri mengalaminya?

Nah, maka dari itu, ini adalah PR buat marketer. Bagaimana caranya membuat promosi yang cepat menarik perhatian target market.

 

Seperti foto yang ada di artikel ini.

Secara alam bawah sadar, orang cenderung memperhatikan apa yang ditunjuk oleh tanda panah merah tersebut.

Tanda (biasanya) membuat orang tertarik atau penasaran.

Ingin tahu apa yang ada di sana, ingin tahu apa cerita dibalik tanda merah tersebut.

Ketika netizen membaca artikel ini, mungkin penasaran karena 2 poin. Bisa karena efek foto atau judul.

Memenangkan perhatian target market ialah hal yang logis. Bukan sulap, juga bukan sihir.

Seorang pemasar yang bagus tentu memperhatikan bagian ini. Cara ini perlu dilakukan dalam berpromosi.

Iklan di media sosial begitu banyak. Netizen mulai memanfaatkan akun media sosial untuk berjualan.

Alhasil, satu iklan yang diunggah di media sosial langsung berkompetisi dengan iklan-iklan lain di luar sana untuk membidik target market serupa.

Seorang marketer perlu berpikir kreatif agar target marketnya berhenti scrolling, lalu melahap informasi yang marketer sajikan.

Diharapkan, target market terlarut dalam konten kreatif yang dibuat sang marketer. Untuk menciptakan hal itu, yes, marketer butuh stopping point.

Misal: Si A jualan mukena.

Si A promosi keras dengan mengupload foto produk di timeline Facebooknya.

Ternyata teman-teman Facebook si A berteman dengan penjual mukena yang lain, seperti si X, Y dan Z.

Artinya, si A berkompetisi memenangkan perhatian target market mukena dengan si X, Y dan Z.

Maka si A perlu membuat konten iklan yang menarik perhatian dan bikin target marketnya menikmati sajian menu konten iklan tersebut.

Lepas dari simulasi si A tadi, ini contoh konten yang membuat target market menikmati sajian konten, bahkan berpartisipasi aktif.

Silakan pelajari apa saja yang disajikan Mukena Larizka melalui konten berbentuk kuis tersebut. Boleh follow Instagramnya dengan klik di sini.

Faktanya, bermodal promosi yang menarik perhatian pun belum cukup. Promosi menarik tidak selalu menjamin terjadi closing.

Lalu, faktor lainnya apa?

Coba kita bahas di artikel mendatang, ya, InSyaa Allah…

Agar tak ketinggalan artikel terbaru, daftarkan diri Anda di form berikut ini:

Langganan Artikel

Selain artikel, saya juga membagikan info mengenai edukasi bisnis, pengembangan diri dan penawaran menarik. Masukkan nama dan email Anda di sini.

Powered by Kirim.Email

 

Pekalongan, 9 November 2017
Pukul 10:17 WIB

Salam hangat,

Muhammad Nurul Hakim
www.hakimjasa.net

* * *
Sponsored by:
Ingat Mukena, Ingat LARIZKA
www.LARIZKA.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *